POTRET ETIKA PROFESI DALAM KASUS MUNDURNYA CHAIRIL ANWAR DAN KISRUH UJIAN NASIONAL

  • Johan Bhimo Sukoco Universitas Diponegoro

Abstract

Mundurnya Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (Kabag Litbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Chairil Anwar Notodiputro menjadi salah satu kasus etika pejabat publik yang menarik perhatian. Surat pengunduran diri Kabag Litbang Kemndikbud tersebut disampaikan kepada Mendikbud, Mohammad Nuh pada 3 Mei 2013. Pengunduran diri Kabag Litbang Kemendikbud ini merupakan bentuk tanggung jawab moral pejabat publik. Pengunduran diri Kabag Litbang ini menimbulkan perdebatan. Dikaji dari segi etika, maka pejabat publik tersebut justru mundur dari jabatannya ketika amanah yang diembannya belum selesai. Namun, di sisi lain, mundurnya pejabat publik ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab moral pejabat publik yang gagal mengemban tugasnya. Artikel ini bermaksud mengkaji perihal sejauh mana bentuk etika dalam mundurnya pejabat publik.



References

Eko Prasetyo. 2006. Orang Miskin Dilarang Sekolah. Yogyakarta: Resist Book.
Faisal Kasryno dan Joseph F. Stepanek. 1985. Dinamika Pembangunan Desa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan PT Gramedia.
H.A.R. Tilaar. 2003. Manajemen Pendidikan Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Inu Kencana Syafiie, Djamaludin Tandjung, dan Supardan Modeong. 1999. Ilmu Administrasi Publik. Jakarta : Rineka Cipta.
Yeremias T. Keban. 2004. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik – Konsep, Teori, dan Isu. Yogyakarta : Gava Media.
Zainal Abidin Ahmad. 1970. Memperkembang dan Mempertahankan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: PT Bulan Bintang.
Published
2020-06-24
How to Cite
SUKOCO, Johan Bhimo. POTRET ETIKA PROFESI DALAM KASUS MUNDURNYA CHAIRIL ANWAR DAN KISRUH UJIAN NASIONAL. e- Jurnal Mitra Pendidikan, [S.l.], v. 4, n. 5, p. 269-280, june 2020. ISSN 2550-0481. Available at: <http://e-jurnalmitrapendidikan.com/index.php/e-jmp/article/view/731>. Date accessed: 05 july 2020.