EXPERIMENT COMPUTATIONAL THINKING: UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PROBLEM SOLVING ANAK MELALUI PERMAINAN GORLIDS

  • Muhammad Syarifuddin Universitas Brawijaya Malang
  • Diva Fardiana Risa Universitas Brawijaya Malang
  • Azifatul Istna Hanifah Universitas Brawijaya Malang
  • Ir. Nurussa’adah ,M.T Universitas Brawijaya Malang

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia menurut berbagai lembaga survey kredibel dunia, menempati posisi bawah. Hal tersebut dikarenakan belum menerapkan metode pembelajaran Computational Thinking (CT) yang menuntut siswa berpikir problem solving secara terstruktur, kritis dan logis. Terbukti dari hasil kuesioner 60 responden menyatakan bahwa berpikir problem solving sebesar 58.7%, terstruktur 62.6%, kritis 58.3%, dan logis 57.8%, dengan rata-rata 59.35%. Penelitian ini menggunakan metode True Design Experimental yang mengetahui sebab dan akibat dari suatu tindakan. Penelitian yang dilakukan dengan memberikan sebuah permainan bernama GORLIDS, yaitu anak usia 4-6 tahun akan menyusun sebuah potongan puzzle secara acak, dalam hal ini anak menerima 3 tahapan bermain GORLIDS yaitu, (1) PreTest, (2) Treatment dan (3) PostTest. Didapatkan hasil PreTest bermain GORLIDS sebesar, 30% berpikir problem solving, 39% terstruktur, 55% kritis, dan 43% logis. Sedangkan hasil PostTest 84% berpikir problem solving, 80% terstruktur, 86% kritis dan 77% logis, dengan kenaikan 40%. Hal tersebut terbukti bahwa permainan GORLIDS dapat memunculkan sifat berpikir computational thinking anak.

Published
2019-07-01
How to Cite
SYARIFUDDIN, Muhammad et al. EXPERIMENT COMPUTATIONAL THINKING: UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PROBLEM SOLVING ANAK MELALUI PERMAINAN GORLIDS. e- Jurnal Mitra Pendidikan, [S.l.], v. 3, n. 6, p. 807 - 822, july 2019. ISSN 2550-0481. Available at: <http://e-jurnalmitrapendidikan.com/index.php/e-jmp/article/view/565>. Date accessed: 20 july 2019.